ekstradisi dengan singapura

kita patut bergembira dg ditandatanganinya perjanjian ekstradisi antara indonesia dg singapura.namun perjalanan penerapannya perlu ratifikasi dg persetujuan DPR,utk hukum di indonesia.disamping itu perlu dikaji pasal2 dlm hukum masing2 negara untuk pelaksanaan di lapangan.setelah masing2 fihak menjalin komitment,antara aparat penegak hukum juga harus menjalin hubungan,kesepakatan,konsisten dan komit melaksankannya.hasil akhir tentu saja tertangkapnya buronan indonesia yg lari ke singapura,kmd dibawa ke indonesia dan diadili menurut hukum/ketentuan di indonesia.kita tunggu langkah tegas dan tepat para penegak hukum.mudah2an menjadi kenyataan sesuai harapan bangsa dan negara.amiin.

4 Tanggapan to “ekstradisi dengan singapura”

  1. Koko Tegoeh Says:

    Selamat malam Jendral. Malam ini saya menemui kejutan, secara tidak sengaja saya membaca blog ini. Angkat topi karena Bapak sebagai Purnawirawan Pati Polri mau bikin blog. Usia boleh lanjut, tapi semangat tetap muda. Saya rasa baru Pak Nurfaizi saja yang sempat bikin blog diantara pensiunan pati polisi lainnya. Selamat Pak.
    Salam hangat, Koko Tegoeh.
    (Saya adalah putra dari alm. Drs. Tegoeh Soehardjo – PTIK angkatan II)

  2. Eman A. Setiawan Says:

    Ass.wrwb. Om Nur, ini Eman temannya Fardan, yang juga di DPP Demokrat. Menurut saya, ekstradisi dengan Singapura memang sangat dinanti-nantikan oleh seluruh rakyat Indonesia. Suatu Prestasi yang sungguh membanggakan dan menjadi catatan sejarah bagi Negara Kesatuan RI. di saat pencitraan Bapak Susilo Bambang Yudhoyono mulai melemah, hal ini dapat menaikkan pencintraan beliau.Informasi yang saya peroleh, hal ini mengenai ekstradisi dengan singapura justru dilakukan oleh seseorang yang notabene diluar dari struktur kepemerintahan yang ada. Hal ini dapat mencerminkan bahwa kinerja kabinet yang sekarang belum dapat dioptimalkan secara menyeluruh, sehingga peran daripada elemen-elemen di luar struktur Pemerintahan ternyata masih diperlukan. walaupun Penanda tanganan Ekstradisi dengan Singapura ini terdapat mungkin “bergaining” dengan Presiden RI kita terhadap struktur kepemerintahan yang ada sekarang, namun kita perlu bersyukur, karena Perjanjian Ekstradisi dengan Singapura dapat dilakukan

    Wass.WrWb

    Eman A. Setiawan
    DPP Demokrat Bid. Penggalangan Politik

  3. Muhammad Husni Thamrin Says:

    Pak Nurfaizi, mana dong tulisan yang lain. Respon di blog-blog sebelah positif lho pak…..🙂

  4. Herry Mohammad dan Endang Sukendar GATRA Says:

    Ujung Tombak Polri

    NURFAIZI terbilang perwira polisi yang kariernya cemerlang.
    Betapa tidak, baru Februari tahun lalu Kolonel Nurfaizi yang
    menjabat Kaditserse Polda Metro Jaya naik pangkat menjadi
    brigadir jenderal, ketika ia diangkat menjadi Kepala Dinas
    Penerangan Kepolisian RI (Kadispen Polri). Sekarang Nurfaizi
    akan mendapat jabatan baru: Komandan Korps Reserse Polri (Dan
    Korserse). Jabatan ini muncul setelah jajaran Polri mengalami
    validasi. Dengan jabatan baru itu, bintang Nurfaizi akan
    bertambah satu, menjadi mayor jenderal.

    Selama kariernya sebagai polisi, memang banyak kasus besar
    yang berhasil ia tangani. Tapi namanya meroket ketika menjabat Kepala Direktorat Serse Polda Metro Jaya, Hampir semua kasus yang menarik perhatian masyarakat berhasil dibongkarnya. Sebutlah kasus
    pembunuhan keluarga Rohadi di Jakarta Timur, dan kasus Harnoko Dewantono alias Oki.
    Bagaimana dengan jabatan barunya? “Saya siap bertugas di mana
    saja,” kata pria kelahiran Majenang, Cilacap, Jawa Tengah, 27
    Juli 1947. Ayahnya, Syaifurohman, adalah Komandan Lasykar
    Hisbullah dengan pangkat terakhir kapten. Setelah revolusi
    fisik berakhir, sebagai anggota ABRI, Syaifurohman ditugaskan
    ke Medan. Di kota inilah Nurfaizi masuk SD. Tapi sebelum ia
    tamat SD, keluarganya sudah dipindah ke Purwokerto, Jawa
    Tengah. Di sini Nurfaizi menamatkan SD dan SMP. Baru mau ia
    menginjakkan kaki ke SMA, ayahnya ditugaskan ke Irian Jaya,
    dalam Operasi Trikora. Belum sempat ia menamatkan SMA,
    keluarganya dipindah lagi ke Purwokerto.

    Begitu lulus SMA, ia kuliah di Sekolah Tinggi Teknologi
    Nasional (STTN), Jakarta. Tapi begitu naik ke tingkat II, ia
    berhenti kuliah dan mendaftar ke Akabri tahun 1968, dan lulus
    tahun 1971. Tak lama setelah diwisuda, Nurfaizi dipercaya
    menjadi Kapolsek Sukaraja, Sukabumi, Jawa Barat. Setelah cukup
    lama di lapangan, ia melanjutkan kuliah di Perguruan Tinggi
    Ilmu Kepolisian tahun 1977, dan lulus tahun 1980.

    Perwira bertangan dingin ini terhitung banyak mengalami
    pendidikan di luar negeri. Pada 1981, ia mengikuti pendidikan
    reserse di Bundees Kriminal Amt, Jerman Barat, selama dua
    tahun. Pada tahun 1990, ia menempuh pendidikan penanggulangan
    kejahatan kerah putih di Oxford, London. Dan pada 1995, ia
    mengikuti pendidikan penanggulangan kejahatan terorganisasi di
    Jepang.

    Bagaimana dengan jabatan barunya? Menurut Nurfaizi, tantangan
    Polri di masa depan tak lagi individual, konvensional, dan
    lokal, melainkan bersifat massal, internasional, dan canggih.
    Pembentukan Dan Korserse, menurut Nurfaizi, untuk
    mengedepankan fungsi reserse sebagai tulang punggung Polri.
    “Reserse adalah ujung tombak dari criminal justice system,”
    katanya. Karena itu, Dan Korserse secara hierarki bertanggung
    jawab langsung kepada Kapolri atau Wakapolri. Dan karena itu
    pula, Nurfaizi merasa tertantang untuk berbuat sesuatu yang
    terbaik di pos baru ini.

    Kini, di usia 50 tahun, Nurfaizi tampak segar dan awet muda.
    Resepnya? Ayah satu putra dan tiga putri ini mengaku biasa
    joging delapan kilometer, seminggu tiga kali. Selain itu?
    “Taat beribadah,” kata suami Isye Mulyani ini.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


%d blogger menyukai ini: